Percetakan - Distributor - Agency - Buku Islam - Sepatu Cibaduyut - Rokok Herbal - Sabun Sirih Terapi Kesehatan Herbal - Aquarium - Marketing Penerbit Ash-Shiddiq Press - Bisnis Ekonomi Islam - Menjalin Kerjasama Bisnis Peminat Serius Kontak e-mail: iipguru@yahoo.com atau Chatting di My Facebook atau Tinggalkan Pesan di Box IKLAN/ORDER BISNIS

KERJA SAMA BISNIS

ASHTRO BISNIS melayani kerjasama saling menguntungkan dengan cara-cara sesuai dengan Syari'at Islam.
Informasi : 081 22 100 2536

@SHTRO ROKOK HERBAL

MARKETING BANDUNG

Senin, Desember 21, 2009

PENAWARAN AGEN

IFTITAH

Teriring Salam dan do'a kesuksesan selalu tercurah kepada kita semua. Amien.

Rokok Herbal telah banyak dikonsumsi sebagai terapi kesehatan. ZiD+ merupakan rokok herbal non kimia yang dipadukan dengan terapi spiritual dan menerapkan hikmah shadaqah dalam pemasarannya sebagai penolak bala dan pendatang rizki yang berkah.

Sesuai dengan Visi & Misi ZiD+, maka kami menawarkan kerjasama pemasaran dengan ketentuan sebagai berikut:

ZiD+ melayani sistem pembelian Cash & Carry atau pembelian konvensional, bukan MLM.
Harga Tetap Eceran (HTE) sesuai dengan kebijakan Pabrik, ZiD+ Kretek isi 12 = Rp. 4.000,- dan isi 16 = Rp. 5.000,-.
Biaya pengiriman ditanggung oleh ZiD+.
Setiap agen dianjurkan menyisihkan 10% dari keuntungan untuk infak shadaqah.
Harga jual bisa dilebihkan dari Harga Tetap Eceran (HTE) jika konsumen / komunitas menyepakati untuk tambahan infaq shadaqah yang nantinya disampaikan kepada mustahiqnya.

Ketentuan Pembelian Agen:

Pembelian cash di bawah 1 BAL (isi 20 Slop / 200 bungkus) Harga : Rp. 35.500,- / Slop (10 bungkus)
Pembelian cash di atas 1 KARTON (isi 4 Bal / 80 Slop / 800 Bungkus) Harga : Rp. 32.000,- / Slop.
Menyerahkan uang muka pembayaran 50 % dari total pembelian.
Pelunasan saat barang pesanan diterima.

PERSYARATAN AGEN RESMI ZiD+

Mengisi Formulir & Surat Perjanjian yang disediakan.
Menyerahkan copy KTP/Bukti pengenal yang masih berlaku.
Membeli produk ZiD+ sejumlah Rp. 5.000.000,- (harga agen) dengan pembayaran di muka.
Panitia Acara Sosial Keagamaan bisa mengajukan surat permohonan kepada agen di wilayahnya.
Pengiriman ZiD+ dilakukan setelah menerima copy bukti pembayaran lewat fax. 022 5207636 atau langsung ke Alamat Bag. Pemasaran.
Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kantor Distributor Center ZiD+.

Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan terima kasih.

Mudah-mudahan Allah SWT selalu meridlai kerjasama kita. Amien.

Wa Maa Taufiqy Illah Billah

Marketing ZiD+

Iip Safrudin, SAg.

Rokok Herbal Launching di Tasikmalaya



TASIKMALAYA | DNA - Sebuah produk rokok buatan santri di Malang, Jatim launching pemasaran di pondok pesantren (pontren) besar Kota Tasikmalaya, Pontren Silalatul Huda, Jalan Paseh, Minggu (6/12). Produk rokok herbal bermerk ZiD Plus (ZiD+) ini diklaim sebagai rokok hikmat.
Karena selain diklaim bisa menyehatkan badan, juga pada setiap keuntungan penjualan rokok akan disisihkan sebesar 10 persen untuk kepentingan syiar Islam.

Hadir pada launching itu, pimpinan Pontren Silalatul Huda KH Aminudin, pimpinan Perusahaan Rokok ZiD+ H Muhammad Khirzuddin, sejumlah kiai dan ajengan serta ratusan  santri se-Kota Tasikmalaya.

“Launching dilakukan di Tasikmalaya, karena daerah ini dikenal sebagai gudangnya pontren, kiai, ajengan dan santri. Rokok ZiD+ tidak mengandung bahan kimia. Semua bahannya dari bahan herbal serta setiap proses pembuatannya, diberi doa secara khusus untuk kesehatan pemakainya.”ungkap H Muhammad Khirzuddin, pimpinan Perusahaan Rokok ZiD+ 

H Muhammad Khirzuddin mengatakan, setelah launching di Pontren Silalatul Huda, jajaran armada pemasaran akan langsung bergerak. Pada tahap awal adalah mengirim produk ke pontren-pontren di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang menyatakan siap bekerjasama dalam hal pemasaran.

Pengambilan 10 persen dari keuntungan penjualan, lanjut H.Didin panggilan akrab H Muhammad Khirzuddin jebolan sebuah pontren terkenal di Malang, bisa dilakukan pontren atau lembaga lain untuk diberikan kepada orang atau lembaga yang membutuhkan, terutama untuk biaya pendidikan dan infak kepada fakir miskin. Karena itu peran pembukuan sangat penting untuk me-ngetahui total keuntungan dan berapa yang disisihkan untuk infak.

"Saya optimistis rokok ini akan laku di kalangan pontren dan pasar umum karena walau berguna untuk kesehatan namun harganya jauh lebih murah ketimbang rokok biasa," ujar H Didin, Untuk rokok kretek misalnya dijual hanya dengan harga Rp 4.000 per bungkus isi 12 batang.

Selanjutnya dia menjelaskan, bahwa tolok ukur bahwa rokok buatan santri di Tasikmalaya aman untuk kesehatan dan bahkan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, berdasar keyakinan jajaran ustad yang turut terlibat dalam pembuatan rokok herbal ini. Setiap tahapan pembuatan rokok selalu diberi doa.

"Doa demi doa yang mustajabah dipanjatkan secara berjama’ah oleh para Ulama / Kyai (yang sudah memberikan restu terhadap produk Rokok Herbal ZiD+) bersama sama dengan Anak-anak Yatim dan fakir miskin, juga segenap simpatisan kaum Muslimin yang sepaham dengan Misi Rokok Kesehatan ZiD+. ‘Agar kehadiran rokok ini memang bisa untuk kemaslahatan Ummat Islam inilah yang menjadi kekuatan hikmah yang terkandung dalam rokok. Makanya sebelum merokok, disarankan membaca basmalah sambil di dalam hati berharap penyakit yang diderita bisa sembuh. Nas doa Insya Allah akan sampai. Jadi kami memandang tidak perlu lagi ada tes medis," jelas H Didin.

Pimpinan Pontren Silalatul Huda Paseh KH Aminudin mengatakan, terkait de-ngan hukum merokok diakuinya masih belum ada hukum kuat. "Khusus untuk produk rokok herbal ini, malah saya memandang maslahatnya akan jauh lebih banyak ketimbang mudaratnya. Karenanya, saya sendiri akan mencoba turut mengembangkan usaha ini," ujarnya.

Menurutnya, jika dikelola dengan baik perusahaan rokok ZiD+ akan bisa meraih posisi berskala nasional. Pasalnya, rokok ini diproduksi dengan menggunakan pendekatan-pendekatan agama sehingga akan menarik minat umat untuk menggunakan rokok ini sebagai rokok sehari-hari.

"Jika sukses dikelola dan menjadi perusahaan rokok nasional, dipastikan akan turut mendongkrak ekonomi umat. Penyisihan sebesar 10 persen dari keuntu-ngan yang diperoleh dari setiap penjualan, tentu saja nominalnya akan sangat besar. Itu tentu saja akan memberikan kontribusi bagi ekonomi umat," paparnya, sembari mengimbau umat Islam mulai melirik produk-produk yang berbasis agama. (dnaberita/redimulyadi)

Sumber : http://www.forum.dnaberita.com/08 Desember 2009 Berita Anda Rokok herbal.php

Senin, November 02, 2009

20 KIAT MENGHINDARI PERCERAIAN




20 KIAT MENGHINDARI PERCERAIAN
HUKUM TALAK & KHULU’ DALAM ISLAM

Penulis :
Hj. Mae Maryati
Subhan Nurdin

Kata Pengantar :
Prof. Dr. KH.Miftah Farid

Penyunting :
KH. Yandi Suhandi

Setting & Layout :
@SHIFnet Studio

Penerbit :
Ash-Shiddiq Press


SEKAPUR SIRIH

Alhamdulillah ‘ala kulli hal
Setiap insan yang hidup di dunia pasti punya cita-cita. Tiada seorangpun yang bercita-cita ingin sengsara apalagi celaka dan menderita. Yang pasti semua manusia punya cita-cita hidup bahagia selamanya di dunia begitu juga di akhirat bisa selamat dari siksa api neraka.

Ketika sang ibu melahirkan sosok bayi mungil dengan tangisnya yang begitu keras pertanda sang bayi lahir dalam keadaan normal, terucap dari mulut mak paraji, “Bagea utun hidep ayeuna geus pindah alam tina alam rahim rek ngalalana di alam dunya anu kacida legana. Pangndu’a ti ema, hidep masing jadi jalma anu cageur, bageur, bener, pinter tur singer tong poho jujur kalayan syukur.”
(Sungguh bahagia ananda, sekarang ananda telah berpindah dari alam rahim ke dunia yang sangat luas ini. Ibunda selalu berdo’a semoga hidupmu menjadi orang yang sehat, baik dan benar, cerdas dan pintar. Juga tidak lupa selalu jujur dan syukur.”

Ungkapan mak paraji ini besar kemungkinan sebagai pesan moral untuk memulai menata kehidupan dunia, se-bagaimana nasehat Lukmanul Hakim yang memberi pe-rumpamaan dunia ini ibarat lautan yang luas dan sangat dalam, tak sedikit manusia yang tenggelam diterjang om-bak, terhempas disapu angin kencang sehingga beliau berpesan, siapkan sebuah kapal untuk menghindari ba-haya di lautan, jadikan taqwa sebagai bahtera, iman seba-gai muatan serta tawakal kepada Allah sebagai tenaga agar sampai ke tempat tujuan dengan selamat.

Nasehat Lukmanul Hakim ini mudah diucapkan namun teramat sulit untuk diterapkan dalam kehidupan. Tidak sedikit manusia yang kandas dalam mengendalikan kapal meskipun segala daya dan upaya dilakukan dalam mengarungi lautan kehidupan khususnya dalam bahtera rumah tangga.

Penulis mencoba mencari solusi terbaik untuk menyelamatkan bahtera kehidupan rumah tangga melalui “20 Kiat Menghindari Perceraian” berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis yang alhamdulillah sudah menjalani biduk rumahtangga ini selama empat puluh tahunan ber-sama suami tercinta yang kini telah tiada.

Saat ini, kecenderungan prosentase perceraian semakin meningkat. Sungguh fenomena yang memprihatinkan, tidak hanya kalangan masyarakat umum bahkan per-ceraian menjadi trend para artis dan selebritis. Setiap infotainmen selalu saja memberitakan indikasi perceraian atau bubarnya pasangan artis bahkan yang pernikahannya baru seumur jagung. Dampak dan ekses dari perceraian tidak hanya dirasakan oleh pihak suami istri. Beribu generasi korban perceraian hidup terlunta, anak jalanan semakin marak, kenakalan remaja, narkoba, tindak kekerasan bahkan pembunuhan sebagian besar melibatkan anak-anak korban perceraian atau dari keluarga broken home.

Di tengah realita yang menakutkan ini, penulis ingin sekali menyumbangkan pikiran serta pengalaman melalui risalah yang sederhana ini. Semoga menjadi panduan ke arah perbaikan bagi generasi mendatang.

Penulis berharap buku ini dapat memberi kesadaran betapa pentingnya suami istri mempertahankan keutuhan rumah tangga demi keselamatan masa depan putera-puteri tercinta.
Keutamaan hanya milik Allah SWT. Segala kekurangan dan kesalahan penulis mohon ampunan dari Allah SWT.

Bandung, Maret 2007
Penulis



DAFTAR ISI

Kata Pengantar - vii
Sekapur Sirih - ix
Daftar Isi - xi
BAB I
Romantika Suami Isteri;
Kisah-kisah Tragis Perceraian - 1
BAB II
Talak & Khulu’ Menurut Hukum Islam - 15
BAB III
Perceraian dalam Perundang-Undangan - 37
BAB IV
Kiat-kiat Menghindari Perceraian - 45
BAB V
Konsultasi & Solusi Masalah Keluarga - 93
UNTUK KITA RENUNGKAN - 107
Daftar Pustaka - 111
Tentang Penulis - 113


Diriwayatkan oleh An-Nasa-i, Abu Daud dan Ibnu Majah dari Umar Bin Khattab bahwa Rasulullah SAW pernah mentalak Hafshah namun kemudian rujuk kembali. Menurut Syekh Ad-Dahlawy dalam “Al-Madarij” : Nabi SAW menjatuhkan talak satu namun ketika kabar ini sampai kepada Umar, beliau menjadi ragu maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW agar rujuk kembali kepada Hafshah karena ia wanita yang baik dan akan mendampinginya di surga. (‘Aunul Ma’bud)

Beliau juga pernah menawarkan talak kepada istrinya sehubungan dengan keluhan sebagian istrinya pada pelayanan beliau dan kejadian tersebut diabadi-kan dalam QS. Al-Ahzab/33:28-30

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, Maka Marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Al-lah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, Maka Sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang be-sar. Hai isteri-isteri Nabi, siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan di lipat gandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.

Tawaran talak Rasulullah SAW dilatarbelakangi oleh keinginan sebagian istrinya untuk mendapatkan nafkah lebih dari biasanya. Beliau sangat bijaksana atas perlakuan istri-istrinya dengan tidak langsung mentalaknya, tetapi dengan memberi pemahaman ten-tang hakikat hidup dan kebahagiaan, sehingga menya-darkan para istrinya akan posisi beliau sebagai utusan Allah SWT.
Maka sebelum mengambil keputusan talak, hal utama yang harus dikedepankan adalah “Ishlah” atau berdamai. Allah mewasiatkan :

Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, Maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. jika kedua orang hakam itu bermaksud Mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. An-Nisa:35)

Hukum Talak dalam Islam memang dibolehkan (halal) namun termasuk perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبْغَضُ الْحَلاَلِ إِلَى اللهِ تَعَالَى الطَّلاَقُ

“Perbuatan halal yang dibenci Allah adalah Talak.” (HR. Abu Dawud)

(hlm. 21-23)

http://subhan-nurdin.blogspot.com


Info Pemesanan : (022) 5207636

Selasa, September 01, 2009

KELEMBUTAN DI BULAN RAMADHAN

http://subhan-nurdin.blogspot.com

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ ح و حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ وَمَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ نَحْوَهُ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Ibnu Abbas RA menceritakan:
“Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- adalah orang yang paling lembut dalam kebaikan, apalagi di bulan Ramadhan ketika ditemui oleh Jibril. Jibril menemui beliau setiap malam Ramadhan dan mengajarkan Al-Qur’an bersamanya. Beliau –lah orang yang penuh kelembutan melebihi hembusan angin sepoi-sepoi”. [HR. Al-Bukhoriy (1803)]


KISAH HIKMAH KELEMBUTAN NABI SAW

ROMANTIS TERHADAP ISTRI

Nabi SAW menggunakan panggilan kesayangan kepada Aisyah ra istrinya dengan “Ya Humaira” (Perempuan yang Manis). Aisyah suatu ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi, Aisyah hanya menjawab, "ah semua perilakunya indah." Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. "Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, 'Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.'" Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejumput episode tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah.

Nabi Muhammad jugalah yang membikin khawatir hati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, "Mengapa engkau tidur di sini?" Nabi Muhammmad menjawab, "Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu." Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi mengingatkan, "berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya." Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.

BERCENGKRAMA DENGAN ANAK CUCUNYA

Ya Rasulullah..engkaluah sebaik-baik penyayang..engkau yang hadirmu adalah rahmat bagi semesta alam…
”Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”( Al Anbiyaa : 107 )
Engkau yang ketika menjadi immam dan mendengar tangisan bayi, mempercepat bacaan sholat karena tak ingin memberatkan ibu si bayi yang turut sholat. Engkaulah kakek yang ketika sedang sujud, Hasan menaiki punggungmu, kau panjangkan sujudmu karena tak ingin menggangu cucumu. Engkau yang paling penyayang pada keluarga…yang selalu tersenyum dan menggendong Hasan Husein serta mencium keduanya…yang setiap bertemu Fatimah Az Zahra kau selalu kecup kedua matanya.. yang membantu keluarga, menambal sepatu, menjahit baju , dan memerah susu demi tak mau merepotkan mereka .Engkaulah yang mulia, yang mendampingi seorang gadis kecil yang menggandeng tanganmu sampai keluar Madinah untuk membeli keperluan…kau tidak menolaknya..bahkan kau antarkan gadis kecil itu sampai kembalinya. Engkaulah yang menemani Umair bermain-main untuk menghapuskan kesedihan sang anak saat burung pipitnya – Nughair- mati. Engkaulah yang setiap pagi mendatangi , menghaluskan dan menyuapi makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang selalu menghinakanmu. Kau yang pada kambing yang akan disembelih pun perhatian…kau perintahkan agar menajamkan pisau dahulu setajam-tajamnya baru menidurkan binatang itu secara miring, dan melarang sebaliknya.

MAJELIS PENUH CINTA

Begitu mengesankan sikap penghormatan Nabi SAW kepada para sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika salah seorang sahabat terlambat datang ke Majelis Nabi. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul memanggilnya. Rasul memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi mencium sorban Nabi.

PUKULAN TONGKAT BALASAN

Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi berkata pada para sahabat, "Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!" Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, "Dahulu ketika engkau memeriksa barisa di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini." Para sahabat lain terpana, tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Kabarnya Umar langsung berdiri dan siap "membereskan" orang itu. Nabi melarangnya. Nabi pun menyuruh Bilal mengambil tongkat ke rumah Nabi. Siti Aisyah yang berada di rumah Nabi keheranan ketika Nabi meminta tongkat. Setelah Bilal menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah pun semakin heran, mengapa ada sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul berikan pada mereka.

Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi. Nabi berkata, "lakukanlah!" Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan. Tetapi terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi dan memeluk Nabi seraya menangis, "Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah." Seketika itu juga terdengar ucapan, "Allahu Akbar" berkali-kali. sahabat tersebut tahu, bahwa permintaan Nabi itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi tidak merasa bahwa ajalnya semakin dekat. Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi sebelum Allah memanggil Nabi.

YAHUDI PUN MERASAKAN KELEMBUTANNYA

Setiap kali Rosulullah hendak kepasar Ukaz selalu melewati satu gang kecil yang merupakan jalan tembus terdekat ke pasar tersebut. Namun di kiri-kanan gang tersebut banyak dihuni rumah petakan kaum yahudi. Mereka sering mencemooh, memaki, meledek, bahkan ada seorang yahudi kasar sering melempar Rosulullah SAW dengan kotoran.

Hampir setiap kali Rosul ke pasar, sapaan kasar, hinaan, dan lemparan kotoran mendarat di telinga dan wajah serta badannya. Namun karena mental seorang utusan Tuhan, maka sikap sabar dan senyum selalu menghiasai wajahnya.Anehnya, justru sikap anaknya Fatimah az Zahra, para sahabat seperti Abu Bakar dan Umar sangat prihatin dan emosional atas perlakuan Yahudi terhadap Rosulullah. Bahkan malaikat yang ditakdirkan tanpa emosipun ikut panas melihat perlakuan pemuda bergelar Al Amin tersebut.

"Engkau kan Rosulullah, mengapa tidak marah dan membalas lemparan kotoran dan makian Yahudi itu?" demikian celoteh Fatimah as. Apa jawab Rosul: "Innahum ma laa ya'lamuun" (Sesungguhnya mereka tak tahu apa yang mereka kerjakan).

Sikap serupa disampaikan Abu Bakar Shiddiq, "Wahai Rosul, kalau Engkau berkenan, aku akan membalas sikap kasar mereka kepada Engkau." Jawab Rosul pun sama: "Innahum ma laa ya'lamuun".
Tak ketinggalan Umar bin Khattab yang mantan preman pasar Ukaz lebih tegas menyatakan: "Wahai

Rosulullah, jika Engkau mengizinkan akan aku tebas batang leher yahudi brengsek yang sering melempari kotoran terhadap-Mu!" Rosul pun konsisten dengan jawabannya: "Innahum ma laa ya'lamuun".

Pernah suatu ketika Rosulullah SAW membersihkan kotoran bekas lemparan si Yahudi usil di bawah pohon dekat sebuah bukit, datang malaikat dengan wajah sedih bercampur geram. "Wahai Rosul, aku tak tega melihat perlakuan mereka terhadap Engkau. Jikalau Engkau berkenan akan aku balikkan bukit ini dan aku tumpahkan di atas kediaman mereka. Atau aku akan cabut nyawa mereka dengan cara yang paling menyakitkan," demikian pinta Izrail.

Tapi, itulah dia Muhammad SAW. Dengan kecerdasan emosional yang optimum tetap mengatakan "Innahum ma lla ya'lamuun".
Suatu hari Rosul kembali melewati gang yang sama menuju pasar Ukaz. Tapi hari itu Rosul tidak mendapati lemparan kotoran dan makian si yahudi yang sengit itu. Lalu Rosul bertanya kepada para tetangga Yahudi itu," Kemana saudaraku yang rajin menegurkan (baca: melempar kotoran) kala aku lewat di gang ini?"

Tetangga itu berkata: "Dia sedang sakit di ruang atas, badannya panas dan menggigil, dia seperti hendakberpulang karena sakitnya parah!" Lantas Rosul pun beranjak ke atas menemui Yahudi usil tersebut, ketika dihampiri Rosul si Yahudi ketakutan bukan main dan dengan tubuh gemetar dan keringat menjagung dia memohon: "Jangan, jangan kau sakiti aku, aku minta maaf atas keburukan perilakuku. Tapi bila Engkau hendak membalas dendam, aku akan pasrah menerimanya."

Rosul pun tersenyum dan mendekati si Yahudi sambil mengambil segelas air zam-zam, lalu air itu dibacakan doa untuk si Yahudi. "Minumlah ini air, Insya Allah kamu akan sembuh," ujar Rosulullah.
Kontan saja, setelah air diminum tubuh si Yahudi tampak lebih bugar dan sehat. "Kalau boleh aku mintamaaf sekali lagi, tapi siapakah Anda hai Bapak?" Rosul pun menjawab: "Sayalah Muhammad, Rosul Allah yang ditugaskan untuk memperbaiki akhlaq!" Sejak saat itu si Yahudi bertobat dan memeluk agama yang diajarkan Rosulullah. "Subhanallah, begitu agung akhlaq-Mu Ya Rosul," ujar Abu Bakar.

Di lain waktu, Rosulullah selalu memiliki kebiasaan jika hendak bepergian ke luar kota. Dia membawa empat bungkus gandum matang (menyerupai roti) untuk bekal perjalanan, dan membawa empat bungkus uang dirham untuk diinfaqkan kepada fakir miskin. Di perbatasan kota ada seorang pengemis Yahudi tua, renta dan buta, yang selalu nyeracau dan memburuk-burukkan Muhammad SAW.
"Muhammad brengsek, Muhammad manusia kasar, Muhammad penipu, penyihir, gila. Muhammad akan kubunuh kau," demikian dia memaki Rosul.

Tapi setiap kali dicaci maki dan diumpat akan dibunuh, Rosul bukannya marah, malah sebaliknya tersenyum sambil mendekati sang Yahudi tua. Dikeluarkannya sebungkus gandum matang itu, lalu dihaluskan dan secara perlahan disuapkan gandum itu kemulut sang bapak tua. Tentu saja ceracau dan makian si kakek terhenti karena harus makan gandum yang sudah lembut, walau tak berucap terima kasih.
Kebiasaan itu hampir rutin dilakukan Rosulullah ketika hendak pergi ke luar kota, dan kebiasaan memaki dan nyeracau itu pula yang sering dilakukan si kakek tua.

Suatu hari, saat Rosul telah wafat dan khalifah Umar bin Khattab memimpin jazirah Arab, bertanyalah Umar kepada Fatimah az Zahra, anak Rosulullah. "Wahai Fatimah, amalan apa yang belum aku lakukan dari akhlaq mulia yang dilakukan Rosulullah?" Fatimah pun menjelaskan kebiasaan Rosul ketika hendak pergi ke luar kota selalu memberi suapan terhadap kakek Yahudi yang memakinya.
Maka pergilah Umar ke luar kota, betul saja, di perbatasan ada seorang kakek tua sedang nyeracau danterus memaki Rosulullah. Karena kesal, gandum matang yang dibawanya langsung disumpalkan ke mulut sang kakek Yahudi, maka diamlah si kakek sambil menghabiskan gandum tersebut.
Setelah kenyang mengunyah sumpalan gandum matang itu, si kakek bertanya:"Rasanya anda bukan orang yang biasa menyapa saya dengan gandum halusnya, Anda siapa dan kemana orang yang selalu menyapa aku dengan kasih sayang itu?"

Umar dengan tegas berteriak: "Aku adalah khalifah Umar bin Khattab, dan orang yang selalu menyuapi kamu dengan lembut itu adalah orang yang setiap hari kamu maki-maki!". Terkesiap si kakek Yahudi sambil matanya berlinang dan diam beribu basa sekitar 30 menit, maka pada menit berikutnya dia menangis sejadi-jadinya dan menyesali perbuatannya.
"Ya khalifah, ampuni aku dan aku akan memeluk agama yang diajarkan Rosulmu," akhirnya si Yahudi tua pun tersungkur bersimpuh, menangisi kekasarannya terhadap Rosulullah.

Nabi Muhammad ketika saat haji Wada', di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato. Di akhir pidatonya itu Nabi dengan dibalut sorban dan tubuh yang menggigil berkata, "Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawaban kalian?" Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang meneteskan air mata. Nabi melanjutkan, "Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku karena menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah ku sampaikan pada kalian wahyu dari Allah...?" Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, "benar ya Rasul!"
Rasul pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, "Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah!". Nabi meminta kesaksian Allah bahwa Nabi telah menjalankan tugasnya. Di pengajian ini saya pun meminta Allah menyaksikan bahwa kita mencintai Rasulullah."Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu, betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu, betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung, betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad, betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam surga yang sama dengan surganya Nabi kami. Ya Allah saksikanlah... Ya Allah saksikanlah Ya Allah saksikanlah"

(Dari berbagai sumber)

Kerudungku Bagus Ramadhan

Kerudungku Bagus Ramadhan