Percetakan - Distributor - Agency - Buku Islam - Sepatu Cibaduyut - Rokok Herbal - Sabun Sirih Terapi Kesehatan Herbal - Aquarium - Marketing Penerbit Ash-Shiddiq Press - Bisnis Ekonomi Islam - Menjalin Kerjasama Bisnis Peminat Serius Kontak e-mail: iipguru@yahoo.com atau Chatting di My Facebook atau Tinggalkan Pesan di Box IKLAN/ORDER BISNIS
Ada kesalahan di dalam gadget ini

KERJA SAMA BISNIS

ASHTRO BISNIS melayani kerjasama saling menguntungkan dengan cara-cara sesuai dengan Syari'at Islam.
Informasi : 081 22 100 2536

@SHTRO ROKOK HERBAL

MARKETING BANDUNG

Sabtu, Januari 02, 2010

DENGAN AL-IKHLASH, SHALAT BERBUAH CINTA ALLAH

Fadhilah Surat Al Ikhlas
Februari 15, 2009 at 3:00 am | In Tafsir Qur'an | Leave a Comment
Tags: surat al ikhlash, tafsir
Seri kedua dari tiga tulisan
Tafsir Singkat Surat Al Ikhlas
Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal
Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ’ala Rosulillah wa ’ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Setelah kita mengetahui tafsiran surat Al Ikhlash ini, maka sangat bagus sekali jika kita mengetahui keutamaan surat ini dan kapan saja kita dianjurkan membaca surat ini. Silakan menyimak pembahasan berikut ini.
[Keutamaan Pertama]
Surat Al Ikhlas Setara dengan Tsulutsul Qur’an (Sepertiga Al Qur’an)
Hal ini berdasarkan hadits :
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ أَنَّ رَجُلاً سَمِعَ رَجُلاً يَقْرَأُ ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) يُرَدِّدُهَا ، فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ ، وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ »
Dari Abu Sa’id (Al Khudri) bahwa seorang laki-laki mendengar seseorang membaca dengan berulang-ulang ’Qul huwallahu ahad’. Tatkala pagi hari, orang yang mendengar tadi mendatangi Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian tersebut dengan nada seakan-akan merendahkan surat al Ikhlas. Kemudian Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat ini sebanding dengan sepertiga Al Qur’an”. (HR. Bukhari no. 6643) [Ada yang mengatakan bahwa yang mendengar tadi adalah Abu Sa’id Al Khudri, sedangkan membaca surat tersebut adalah saudaranya Qotadah bin Nu’man.]
Begitu juga dalam hadits:
عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ فِى لَيْلَةٍ ثُلُثَ الْقُرْآنِ ». قَالُوا وَكَيْفَ يَقْرَأُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ قَالَ « (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) يَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ ».
Dari Abu Darda’ dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al Qur’an dalam semalam'” Mereka mengatakan,”Bagaimana kami bisa membaca seperti Al Qur’an'” Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al Qur’an.” (HR. Muslim no. 1922)
An Nawawi mengatakan,
Dalam riwayat yang lainnya dikatakan, ”Sesungguhnya Allah membagi Al Qur’an menjadi tiga bagian. Lalu Allah menjadikan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) menjadi satu bagian dari 3 bagian tadi.” Lalu Al Qodhi mengatakan bahwa Al Maziri berkata, ”Dikatakan bahwa maknanya adalah Al Qur’an itu ada tiga bagian yaitu membicarakan (1) kisah-kisah, (2) hukum, dan (3) sifat-sifat Allah. Sedangkan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) ini berisi pembahasan mengenai sifat-sifat Allah. Oleh karena itu, surat ini disebut sepertiga Al Qur’an dari bagian yang ada. Ada pula yang mengatakan bahwa pahala membaca surat ini adalah dilipatgandakan seukuran membaca sepertiga Al Qur’an tanpa ada kelipatan. (Syarh Shohih Muslim, 3/165)
Apakah Surat Al Ikhlas bisa menggantikan sepertiga Al Qur’an'
Maksudnya adalah apakah seseorang apabila membaca Al Ikhlas sebanyak tiga kali sudah sama dengan membaca satu Al Qur’an 30 juz' [Ada sebagian orang yang meyakini hadits di atas seperti ini.]
Jawabannya: tidak. Karena ada suatu kaedah:
SESUATU YANG BERNILAI SAMA, BELUM TENTU BISA MENGGANTIKAN.
Itulah surat Al Ikhlas. Surat ini sama dengan sepertiga Al Qur’an, namun tidak bisa menggantikan Al Qur’an. Salah satu buktinya adalah apabila seseorang mengulangi surat ini sebanyak tiga kali dalam shalat, tidak mungkin bisa menggantikan surat Al Fatihah (karena membaca surat Al Fatihah adalah rukun shalat, pen). Surat Al Ikhlas tidak mencukupi atau tidak bisa menggantikan sepertiga Al Qur’an, namun dia hanya bernilai sama dengan sepertiganya.
Bukti lainnya adalah seperti hadits :
مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ عَشْرَ مِرَارٍ كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ أَرْبَعَةَ أَنْفُسٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ
”Barangsiapa mengucapkan (لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ) sebanyak sepuluh kali, maka dia seperti memerdekakan emat budak keturunan Isma’il.” (HR. Muslim no. 7020)
Pertanyaannya : Apakah jika seseorang memiliki kewajiban kafaroh, dia cukup membaca dzikir ini'
Jawabannya : Tidak cukup dia membaca dzikir ini. Karena sesuatu yang bernilai sama belum tentu bisa menggantikan. (Diringkas dari Syarh Al Aqidah Al Wasithiyyah 97-98, Tafsir Juz ‘Amma 293)
Mudah-mudahan kita memahami hal ini.
[Keutamaan Kedua]
Membaca surat Al Ikhlash sebab mendapatkan kecintaan Allah
Dari ’Aisyah, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengutus seseorang kepada seorang budak. Budak ini biasanya di dalam shalat ketika shalat bersama sahabat-sahabatnya sering mengakhiri bacaan suratnya dengan ’Qul huwallahu ahad.’ Tatkala para sahabatnya kembali, mereka menceritakan hal ini pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam lantas berkata,
سَلُوهُ لأَىِّ شَىْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ
”Tanyakan padanya, kenapa dia melakukan seperti itu'”
Mereka pun menanyakannya, dia pun menjawab,
لأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ ، وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا
”Surat ini berisi sifat Ar Rahman. Oleh karena itu aku senang membacanya.”
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda,
أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّهُ
”Kabarkan padanya bahwa Allah mencintainya.” (HR. Bukhari no. 7375 dan Muslim no. 813)
Ibnu Daqiq Al ’Ied menjelaskan perkataan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ”Kabarkan padanya bahwa Allah mencintainya”. Beliau mengatakan,
”Maksudnya adalah bahwa sebab kecintaan Allah pada orang tersebut adalah karena kecintaan orang tadi pada surat Al Ikhlash ini. Boleh jadi dapat kitakan dari perkataan orang tadi, karena dia menyukai sifat Rabbnya, ini menunjukkan benarnya i’tiqodnya (keyakinannya terhadap Rabbnya).” (Fathul Bari, 20/443)
Faedah dari hadits di atas:
Ibnu Daqiq Al ’Ied menjelaskan, ”Orang tadi biasa membaca surat selain Al Ikhlash lalu setelah itu dia menutupnya dengan membaca surat Al Ikhlash (maksudnya: setelah baca Al Fatihah, dia membaca dua surat, surat yang terakhir adalah Al Ikhlash, pen). Inilah yang dia lakukan di setiap raka’at. Kemungkinan pertama inilah yang nampak (makna zhohir) dari hadits di atas. Kemungkinan kedua, boleh jadi orang tadi menutup akhir bacaannya dengan surat Al Ikhlash, maksudnya adalah surat Al Ikhlas khusus dibaca di raka’at terakhir. Kalau kita melihat dari kemungkinan pertama tadi, ini menunjukkan bolehnya membaca dua surat (setelah membaca Al Fatihah) dalam satu raka’at.” Demikian perkataan Ibnu Daqiq. (Fathul Bari, 20/443)
Inilah di antara fadhilah (keutamaan surat Al Ikhlash). Selanjutnya kita akan melihat beberapa waktu yang dianjurkan membaca surat yang mulia ini.

TAFSIR SURAT AL-IKHLAS
(MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH)
Makkiyyah. Surat Ke 112; 4 ayat.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Surat Ini):

Imam Ahmad 'rahimahullah meriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab 'Radhiallahu 'Anhu bahwa orang-orang musyrik berkata kepada Nabi Muhammad 'Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam: 'Wahai Muhammad sebutkanlah sifat-sifat Tuhanmu kepada kami.' Lalu Allah menurunkan surat ini.' (HR. Imam Ahmad, At-Tirmidzi dll)

Diantara Keutamaan Surat Al-Ikhlas:

Rasulullah 'Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam bersabda: 'Demi Dzat Yang jiwaku ada ditanganNya, sesungguhnya dia (surat Al-Ikhlas) sebanding sepertiga Al-Qur'an.' (HR. Bukhari dll).

Dikatakan sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an karena kandungan Al-Qur'an ada tiga macam: Tauhid, kisah-kisah dan hukum-hukum. Dan dalam surat ini terkandung sifat-sifat Allah yang merupakan tauhid sehingga surat ini sebanding atau sama dengan sepertiga Al-Qur'an.
Dinamakan surat Al-Ikhlash dankarena didalamnya terkandung keikhlasan (tauhid) kepada Allah dikarenakan membebaskan pembacanya dari syirik (menyekutukan Allah ).


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Tauhid Uluhiyyah dan Larangan Menyekutukan Allah Ta'ala:

Katakanlah: 'Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, (1)

Katakanlah -wahai Muhammad Rasulullah 'Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam:'Dia-lah Allah Yang Maha Esa dalam uluhiyyah (ketuhanan) Yang tiada satupun bersekutu denganNya di dalamnya.'

Kita Butuh Allah Ta'ala Sedangkan Allah Tidak Membutuhkan Kita:

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. (2)

Ibnu Abbas 'Radhiallahu 'Anhuma berkata: 'Ash-Shomad adalah yang bergantung kepadaNya semua makhluk untuk mendapatkan hajat-hajat dan permintaan-permintaan mereka.'
Beliau berkata pula tentang makna Ash-Shomad : 'Dia adalah As-Sayyid (Maha Pemimpin) Yang Maha sempurna dalam kepemimpinanNya, Asy-Syariif (Maha Mulia) Yang Maha sempurna dalam kemuliaanNya, Al-'Adhiim (Maha Agung) Yang Maha sempurna dalam keagunganNya, Al-Haliim (Maha Penyantun) Yang Maha sempurna dalam kesantunanNya, Al-'Aliim (Maha Mengetahui) Yang Maha sempurna dalam pengetahuanNya dan Al-Hakiim (Maha Bijaksana) Yang Maha sempurna dalam kebijaksaanNya. Dialah Yang Maha Sempurna dalam kemuliaan dan kepemimpinan dan Dia adalah Allah, inilah sifatNya yang tidak sepatutnya kecuali untuk Dia. Tidak ada yang setara denganNya dan tidak ada pula sesuatu yang seperti Dia. Maha Suci Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan (musuh-musuhNya).'

Allah Ta'ala Tidak Mempunyai Anak dan Tidak Pula Mempunyai Bapak-Ibu:

Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, (3)

Firman Allah: 'Dia tidak beranak' adalah merupakan bantahan terhadap tiga kelompok yang menyimpang lagi tersesat, yaitu: Orang-orang musyrik, yahudi dan nasrani. Orang-orang musyrik mengatakan bahwa malaikat adalah puteri-puteri Allah, orang-orang yahudi mengatakan bahwa 'Uzair anak Allah dan orang-orang nasrani mengatakan bahwa 'Isa adalah anak Allah. Allah membantah dan mendustakan mereka dengan firmanNya: 'Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan'.
Allah adalah Al-Awwal, yang sudah ada sebelum adanya segala sesuatu bagaimana mungkin Dia menjadi anak '!.

Allah Ta'ala Tidak Beristeri dan Dia Maha Esa Dalam Segala-galanya:

Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia'. (4)

Dan tidak ada satupun yang setara dengan Dia dalam nama-nama dan sifat-sifatNya dan tidak pula dalam semua perbuatanNya, Dia Maha Berkah, Maha Suci lagi Maha Tinggi.
Mujahid 'rahimahullah berkata: 'Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia', yakni tidak ada isteri bagiNya.'

Senin, Desember 21, 2009

PENAWARAN AGEN

IFTITAH

Teriring Salam dan do'a kesuksesan selalu tercurah kepada kita semua. Amien.

Rokok Herbal telah banyak dikonsumsi sebagai terapi kesehatan. ZiD+ merupakan rokok herbal non kimia yang dipadukan dengan terapi spiritual dan menerapkan hikmah shadaqah dalam pemasarannya sebagai penolak bala dan pendatang rizki yang berkah.

Sesuai dengan Visi & Misi ZiD+, maka kami menawarkan kerjasama pemasaran dengan ketentuan sebagai berikut:

ZiD+ melayani sistem pembelian Cash & Carry atau pembelian konvensional, bukan MLM.
Harga Tetap Eceran (HTE) sesuai dengan kebijakan Pabrik, ZiD+ Kretek isi 12 = Rp. 4.000,- dan isi 16 = Rp. 5.000,-.
Biaya pengiriman ditanggung oleh ZiD+.
Setiap agen dianjurkan menyisihkan 10% dari keuntungan untuk infak shadaqah.
Harga jual bisa dilebihkan dari Harga Tetap Eceran (HTE) jika konsumen / komunitas menyepakati untuk tambahan infaq shadaqah yang nantinya disampaikan kepada mustahiqnya.

Ketentuan Pembelian Agen:

Pembelian cash di bawah 1 BAL (isi 20 Slop / 200 bungkus) Harga : Rp. 35.500,- / Slop (10 bungkus)
Pembelian cash di atas 1 KARTON (isi 4 Bal / 80 Slop / 800 Bungkus) Harga : Rp. 32.000,- / Slop.
Menyerahkan uang muka pembayaran 50 % dari total pembelian.
Pelunasan saat barang pesanan diterima.

PERSYARATAN AGEN RESMI ZiD+

Mengisi Formulir & Surat Perjanjian yang disediakan.
Menyerahkan copy KTP/Bukti pengenal yang masih berlaku.
Membeli produk ZiD+ sejumlah Rp. 5.000.000,- (harga agen) dengan pembayaran di muka.
Panitia Acara Sosial Keagamaan bisa mengajukan surat permohonan kepada agen di wilayahnya.
Pengiriman ZiD+ dilakukan setelah menerima copy bukti pembayaran lewat fax. 022 5207636 atau langsung ke Alamat Bag. Pemasaran.
Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kantor Distributor Center ZiD+.

Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan terima kasih.

Mudah-mudahan Allah SWT selalu meridlai kerjasama kita. Amien.

Wa Maa Taufiqy Illah Billah

Marketing ZiD+

Iip Safrudin, SAg.

Rokok Herbal Launching di Tasikmalaya



TASIKMALAYA | DNA - Sebuah produk rokok buatan santri di Malang, Jatim launching pemasaran di pondok pesantren (pontren) besar Kota Tasikmalaya, Pontren Silalatul Huda, Jalan Paseh, Minggu (6/12). Produk rokok herbal bermerk ZiD Plus (ZiD+) ini diklaim sebagai rokok hikmat.
Karena selain diklaim bisa menyehatkan badan, juga pada setiap keuntungan penjualan rokok akan disisihkan sebesar 10 persen untuk kepentingan syiar Islam.

Hadir pada launching itu, pimpinan Pontren Silalatul Huda KH Aminudin, pimpinan Perusahaan Rokok ZiD+ H Muhammad Khirzuddin, sejumlah kiai dan ajengan serta ratusan  santri se-Kota Tasikmalaya.

“Launching dilakukan di Tasikmalaya, karena daerah ini dikenal sebagai gudangnya pontren, kiai, ajengan dan santri. Rokok ZiD+ tidak mengandung bahan kimia. Semua bahannya dari bahan herbal serta setiap proses pembuatannya, diberi doa secara khusus untuk kesehatan pemakainya.”ungkap H Muhammad Khirzuddin, pimpinan Perusahaan Rokok ZiD+ 

H Muhammad Khirzuddin mengatakan, setelah launching di Pontren Silalatul Huda, jajaran armada pemasaran akan langsung bergerak. Pada tahap awal adalah mengirim produk ke pontren-pontren di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang menyatakan siap bekerjasama dalam hal pemasaran.

Pengambilan 10 persen dari keuntungan penjualan, lanjut H.Didin panggilan akrab H Muhammad Khirzuddin jebolan sebuah pontren terkenal di Malang, bisa dilakukan pontren atau lembaga lain untuk diberikan kepada orang atau lembaga yang membutuhkan, terutama untuk biaya pendidikan dan infak kepada fakir miskin. Karena itu peran pembukuan sangat penting untuk me-ngetahui total keuntungan dan berapa yang disisihkan untuk infak.

"Saya optimistis rokok ini akan laku di kalangan pontren dan pasar umum karena walau berguna untuk kesehatan namun harganya jauh lebih murah ketimbang rokok biasa," ujar H Didin, Untuk rokok kretek misalnya dijual hanya dengan harga Rp 4.000 per bungkus isi 12 batang.

Selanjutnya dia menjelaskan, bahwa tolok ukur bahwa rokok buatan santri di Tasikmalaya aman untuk kesehatan dan bahkan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, berdasar keyakinan jajaran ustad yang turut terlibat dalam pembuatan rokok herbal ini. Setiap tahapan pembuatan rokok selalu diberi doa.

"Doa demi doa yang mustajabah dipanjatkan secara berjama’ah oleh para Ulama / Kyai (yang sudah memberikan restu terhadap produk Rokok Herbal ZiD+) bersama sama dengan Anak-anak Yatim dan fakir miskin, juga segenap simpatisan kaum Muslimin yang sepaham dengan Misi Rokok Kesehatan ZiD+. ‘Agar kehadiran rokok ini memang bisa untuk kemaslahatan Ummat Islam inilah yang menjadi kekuatan hikmah yang terkandung dalam rokok. Makanya sebelum merokok, disarankan membaca basmalah sambil di dalam hati berharap penyakit yang diderita bisa sembuh. Nas doa Insya Allah akan sampai. Jadi kami memandang tidak perlu lagi ada tes medis," jelas H Didin.

Pimpinan Pontren Silalatul Huda Paseh KH Aminudin mengatakan, terkait de-ngan hukum merokok diakuinya masih belum ada hukum kuat. "Khusus untuk produk rokok herbal ini, malah saya memandang maslahatnya akan jauh lebih banyak ketimbang mudaratnya. Karenanya, saya sendiri akan mencoba turut mengembangkan usaha ini," ujarnya.

Menurutnya, jika dikelola dengan baik perusahaan rokok ZiD+ akan bisa meraih posisi berskala nasional. Pasalnya, rokok ini diproduksi dengan menggunakan pendekatan-pendekatan agama sehingga akan menarik minat umat untuk menggunakan rokok ini sebagai rokok sehari-hari.

"Jika sukses dikelola dan menjadi perusahaan rokok nasional, dipastikan akan turut mendongkrak ekonomi umat. Penyisihan sebesar 10 persen dari keuntu-ngan yang diperoleh dari setiap penjualan, tentu saja nominalnya akan sangat besar. Itu tentu saja akan memberikan kontribusi bagi ekonomi umat," paparnya, sembari mengimbau umat Islam mulai melirik produk-produk yang berbasis agama. (dnaberita/redimulyadi)

Sumber : http://www.forum.dnaberita.com/08 Desember 2009 Berita Anda Rokok herbal.php

Senin, November 02, 2009

20 KIAT MENGHINDARI PERCERAIAN




20 KIAT MENGHINDARI PERCERAIAN
HUKUM TALAK & KHULU’ DALAM ISLAM

Penulis :
Hj. Mae Maryati
Subhan Nurdin

Kata Pengantar :
Prof. Dr. KH.Miftah Farid

Penyunting :
KH. Yandi Suhandi

Setting & Layout :
@SHIFnet Studio

Penerbit :
Ash-Shiddiq Press


SEKAPUR SIRIH

Alhamdulillah ‘ala kulli hal
Setiap insan yang hidup di dunia pasti punya cita-cita. Tiada seorangpun yang bercita-cita ingin sengsara apalagi celaka dan menderita. Yang pasti semua manusia punya cita-cita hidup bahagia selamanya di dunia begitu juga di akhirat bisa selamat dari siksa api neraka.

Ketika sang ibu melahirkan sosok bayi mungil dengan tangisnya yang begitu keras pertanda sang bayi lahir dalam keadaan normal, terucap dari mulut mak paraji, “Bagea utun hidep ayeuna geus pindah alam tina alam rahim rek ngalalana di alam dunya anu kacida legana. Pangndu’a ti ema, hidep masing jadi jalma anu cageur, bageur, bener, pinter tur singer tong poho jujur kalayan syukur.”
(Sungguh bahagia ananda, sekarang ananda telah berpindah dari alam rahim ke dunia yang sangat luas ini. Ibunda selalu berdo’a semoga hidupmu menjadi orang yang sehat, baik dan benar, cerdas dan pintar. Juga tidak lupa selalu jujur dan syukur.”

Ungkapan mak paraji ini besar kemungkinan sebagai pesan moral untuk memulai menata kehidupan dunia, se-bagaimana nasehat Lukmanul Hakim yang memberi pe-rumpamaan dunia ini ibarat lautan yang luas dan sangat dalam, tak sedikit manusia yang tenggelam diterjang om-bak, terhempas disapu angin kencang sehingga beliau berpesan, siapkan sebuah kapal untuk menghindari ba-haya di lautan, jadikan taqwa sebagai bahtera, iman seba-gai muatan serta tawakal kepada Allah sebagai tenaga agar sampai ke tempat tujuan dengan selamat.

Nasehat Lukmanul Hakim ini mudah diucapkan namun teramat sulit untuk diterapkan dalam kehidupan. Tidak sedikit manusia yang kandas dalam mengendalikan kapal meskipun segala daya dan upaya dilakukan dalam mengarungi lautan kehidupan khususnya dalam bahtera rumah tangga.

Penulis mencoba mencari solusi terbaik untuk menyelamatkan bahtera kehidupan rumah tangga melalui “20 Kiat Menghindari Perceraian” berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis yang alhamdulillah sudah menjalani biduk rumahtangga ini selama empat puluh tahunan ber-sama suami tercinta yang kini telah tiada.

Saat ini, kecenderungan prosentase perceraian semakin meningkat. Sungguh fenomena yang memprihatinkan, tidak hanya kalangan masyarakat umum bahkan per-ceraian menjadi trend para artis dan selebritis. Setiap infotainmen selalu saja memberitakan indikasi perceraian atau bubarnya pasangan artis bahkan yang pernikahannya baru seumur jagung. Dampak dan ekses dari perceraian tidak hanya dirasakan oleh pihak suami istri. Beribu generasi korban perceraian hidup terlunta, anak jalanan semakin marak, kenakalan remaja, narkoba, tindak kekerasan bahkan pembunuhan sebagian besar melibatkan anak-anak korban perceraian atau dari keluarga broken home.

Di tengah realita yang menakutkan ini, penulis ingin sekali menyumbangkan pikiran serta pengalaman melalui risalah yang sederhana ini. Semoga menjadi panduan ke arah perbaikan bagi generasi mendatang.

Penulis berharap buku ini dapat memberi kesadaran betapa pentingnya suami istri mempertahankan keutuhan rumah tangga demi keselamatan masa depan putera-puteri tercinta.
Keutamaan hanya milik Allah SWT. Segala kekurangan dan kesalahan penulis mohon ampunan dari Allah SWT.

Bandung, Maret 2007
Penulis



DAFTAR ISI

Kata Pengantar - vii
Sekapur Sirih - ix
Daftar Isi - xi
BAB I
Romantika Suami Isteri;
Kisah-kisah Tragis Perceraian - 1
BAB II
Talak & Khulu’ Menurut Hukum Islam - 15
BAB III
Perceraian dalam Perundang-Undangan - 37
BAB IV
Kiat-kiat Menghindari Perceraian - 45
BAB V
Konsultasi & Solusi Masalah Keluarga - 93
UNTUK KITA RENUNGKAN - 107
Daftar Pustaka - 111
Tentang Penulis - 113


Diriwayatkan oleh An-Nasa-i, Abu Daud dan Ibnu Majah dari Umar Bin Khattab bahwa Rasulullah SAW pernah mentalak Hafshah namun kemudian rujuk kembali. Menurut Syekh Ad-Dahlawy dalam “Al-Madarij” : Nabi SAW menjatuhkan talak satu namun ketika kabar ini sampai kepada Umar, beliau menjadi ragu maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW agar rujuk kembali kepada Hafshah karena ia wanita yang baik dan akan mendampinginya di surga. (‘Aunul Ma’bud)

Beliau juga pernah menawarkan talak kepada istrinya sehubungan dengan keluhan sebagian istrinya pada pelayanan beliau dan kejadian tersebut diabadi-kan dalam QS. Al-Ahzab/33:28-30

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, Maka Marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Al-lah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, Maka Sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang be-sar. Hai isteri-isteri Nabi, siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan di lipat gandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.

Tawaran talak Rasulullah SAW dilatarbelakangi oleh keinginan sebagian istrinya untuk mendapatkan nafkah lebih dari biasanya. Beliau sangat bijaksana atas perlakuan istri-istrinya dengan tidak langsung mentalaknya, tetapi dengan memberi pemahaman ten-tang hakikat hidup dan kebahagiaan, sehingga menya-darkan para istrinya akan posisi beliau sebagai utusan Allah SWT.
Maka sebelum mengambil keputusan talak, hal utama yang harus dikedepankan adalah “Ishlah” atau berdamai. Allah mewasiatkan :

Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, Maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. jika kedua orang hakam itu bermaksud Mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. An-Nisa:35)

Hukum Talak dalam Islam memang dibolehkan (halal) namun termasuk perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبْغَضُ الْحَلاَلِ إِلَى اللهِ تَعَالَى الطَّلاَقُ

“Perbuatan halal yang dibenci Allah adalah Talak.” (HR. Abu Dawud)

(hlm. 21-23)

http://subhan-nurdin.blogspot.com


Info Pemesanan : (022) 5207636

Kerudungku Bagus Ramadhan

Kerudungku Bagus Ramadhan